YAYASAN PESONA KEBAIKAN INDONESIA

Tebar Kebaikan Untuk Sesama

kakek tahan lapar seharian, sambil cari rongsokan untuk makan

Donasi Terkumpul 1%

Kakek Ismail, di usianya yang sudah 66 tahun, terpaksa membeli beras berkutu karena harganya lebih terjangkau. “Kadang penghasilan saya cuma 8 ribu, jadi ini sudah syukur. Lebih baik makan beras berkutu daripada harus menahan lapar,” ujarnya sambil menunjukkan beras yang penuh kutu. Meski istrinya sudah meninggal dan kini tinggal seorang diri di rumah kontrakan yang kurang layak, Kakek Ismail tetap berjuang mencari nafkah dengan mengumpulkan rongsok. Setiap hari, ia menempuh jarak 11 km dengan berjalan kaki dan merasa sangat bersyukur jika bisa mendapatkan 8 ribu dari hasil kerjanya.

Kakek menggunakan penghasilannya untuk membeli beras, memilih beras berkutu karena harganya yang lebih murah. Sisa uang yang ada ia kumpulkan sedikit demi sedikit untuk membayar kontrakan di akhir bulan nanti.

Kehidupan Kakek Ismail sangat memprihatinkan. Seharian penuh dari pagi hingga sore, beliau harus menahan lapar dan hanya bisa minum dari air keran. Kakek bercerita bahwa beras yang dibelinya harus dibeli dengan hemat agar dia tidak kelaparan di kemudian hari.

“Dari pagi sampai malam, kakek tidak makan. Biasanya, kakek ikat pinggangnya dengan kain untuk menahan sakit perut karena kelaparan. Mau tidak mau, nak, kakek harus begitu supaya bisa lebih irit…” ujar Kakek Ismail.

Mari Berdonasi

Satu Aksi, Seribu Manfaat

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” QS. Al-Baqarah (2:261).

Scroll to Top